Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2016

Bersedekah Tidak Harus Menunggu Kaya - Yang Penting Senang dan Ikhlas

Suatu hari ada teman yang bertanya kepada saya mengenai bab sedekah. Saya hanya menjawab dengan sepengetahuan dan pola pikir saya pribadi.

Hmm... Bukan berarti saya ini sok tau, hanya saja kalau hasil pemikiran saya ini tidak menyalahi aturan ALLAH.


Oke lanjut ke topik.

memberi bersedekah sedekah apa saja

Pertanyaan teman saya itu seperti ini,
Jika kita tidak memiliki harta melimpah, atau hanya orang biasa, setidaknya cukup untuk hidup sehari-hari, atau bahkan orang miskin yang tak cukup untuk membeli makanan. Apakah iya kita wajib bersedekah? Padahal kondisi ekonomi kita kritis, tak punya uang untuk diberikan. Lha untuk mencukupi dirinya dan keluarganya saja pakai uang hasil hutang. Menurutmu bagaimana?"

Kemudian saya berpikir dulu untuk mencari jawaban yang pas. Saat berpikir saya malah teringat sama kerja bakti di kampung saya, dimana setiap satu keluarga wajib mendatangkan perwakilan untuk bantu bergotong royong (kecuali jika ada urusan mendesak). Jawaban saya atas pertanyaan teman saya,
Memberi sedekah itu tak harus menunggu kaya atau harus punya duit dahulu. Karena yang paling penting dalam sedekah itu adalah rasa senang. Jadi, bukan barangnya, bukan wujudnya, dan bukan jumlahnya yang dianggap penting, melainkan rasa senang itu lah yang paling penting. Jika kamu memberi sepotong roti terhadap pengemis tua yang kelaparan, pengemis itu pasti sangat senang. Dimana kamu mau rela berbagi kepada orang yang membutuhkan tanpa pernah berharap menerima imbalan sepersen pun dari siapapun. Masa iya minta persenan dari pengemis, kan jatuhnya malah lucu? LOL. Dan nantinya, biarkan ALLAH yang akan menggantikan sepotong roti itu. Malahan, kita bisa diberi lebih oleh ALLAH melebihi sepotong roti itu.
senyum smile happy bahagia wanita women

Lho kok bukan Ikhlas ya? Kok malah Senang?
Iya dong, kalau kamu saja nggak senang, masa bisa ikhlas? Coba kamu pikirkan kembali tentang arti rasa ikhlas. Kita rela karena senang, kita biasa melakukan karena senang, dan kita suka karena kita senang. Jadi, kamu harus senang dulu baru bisa merasakan ikhlas.
Coba kamu ingat kembali ketika di kampung kita mengadakan kerja bakti, apa iya semuanya mengeluarkan uang? Tidak kan. Ada yang keluar dengan membawa cangkulnya, ada yang bawa sabit, ada yang bawa badan saja, dan ada yang memberikan kue serta minuman. Itu tadi juga salah satu bentuk sedekah lho. Sekali lagi, bersedekah itu tidak dipandang dari barang, wujud, atau jumlahnya, akan tetapi rasa senang yang kemudian menghasilkan keikhlasan pada hati kita.
Janganlah kamu terlalu muluk-muluk mengartikan sebuah kata sedekah. Kalau punyamu hanya teh, ya berikan saja teh, jangan kamu paksa untuk memberikan seseorang itu sirup atau jus. Kalau kamu punyanya hanya seribu perak, ya berikan saja seribu perakmu, bukannya malah hutang uang kepada tetangga atau bahkan rentenir untuk bisa memberikan uang sepuluh ribu. Kalau kamu hanya punya tenaga saja, ya gunakan saja badanmu itu, entah gotong-gotong batu bata atau bantu sapu-sapu sampah yang berserakan.
Jadi intinya, sedekah itu adalah salah satu perintah ALLAH yang paling simpel dilakukan, pokoknya mudah banget, dan gak perlu pakai acara gengsi-gengsian segala. Punyamu hanya ini ya berikan yang ini, punyamu hanya itu ya berikan yang itu. Nggak usah banyak mikir, nggak perlu banyak basa-basi, dan ragu-ragu, karena nilai terbaiknya atau kuncinya itu ada pada rasa senangnya kamu melakukan sesuatu yang pada akhirnya menjadikan IKHLASnya diri kita. Kalau nggak ikhlas ya sama aja bohong dong, mau kamu kasih berapa milyar pun untuk menyumbang sebuah masjid tapi nggak ridho atau nggak rela, dan malah jatuhnya Riya' serta Sombong apabila diungkit-ungkit terus atas sumbanganmu, ya sia-sia saja, percuma! Yang ada malah ALLAH tidak akan menghitung besarnya sumbanganmu sebagai pahala, malah cenderung jadi dosa. Naudzubillah deh.

Nah, sekarang kamu tau kan apa itu sedekah?

kotak amalPokoknya, bersedekah itu tidak perlu menunggu kita harus kaya dulu, yang penting adalah IKHLAS. Kalau sudah ikhlas, biarkan ALLAH yang nantinya akan membalas atau memberi ganjaran rezeki kepadamu. Ada sebuah pepatah islam yang bunyinya,
Bersedekahlah dan jangan sampai tangan kirimu tau
atau yang paling ekstrem adalah
Bersedekahlah dan jangan sampai ALLAH tau
Padahal jelas-jelas ALLAH tau semua apa yang manusia lakukan, tau semua atas gerak-gerik kita, isi hati kita, dan pikiran-pikiran kita. Pepatah itu mengisyaratkan bahwa, sodaqoh itu harus ikhlas, tak boleh diungkit-ungkit kembali atau diceritakan kepada siapapun (kecuali kalau sedekahnya lewat badan amal atau sedang zakat), tak boleh mengharapkan kembalian dari orang lain bahkan mengharap kembalian dari ALLAH, karena ALLAH juga bakal sadar diri kok, masa iya ada kaumnya yang sudah berbuat baik sesuai perintahNYA malah DIA dzolimi, kan malah aneh. Jadi, tenang saja ya guys, ALLAH ada dimanapun dan nggak akan menipumu. 😊

Jika ditanya soal ada tidaknya manfaat dalam sedekah, sangat jelas bahwa sedekah itu sangat bermanfaat untuk diri kita maupun orang lain.


pejuang muda indonesia logo banner

Oh iya, jika anda mau berdonasi apa saja anda bisa menyalurkannya melalui komunitas PMIA (Pejuang Muda Indonesia) sebelumnya bernama SAS (Sedekah Apa Saja). Komunitas sosial ini sudah berjalan 1 tahun yang di prakarsai oleh Ratih Kartika Sari di Jogja. Dengan mengusung jargon "Bergerak, Berbagi, dan Menginpirasi". Selengkapnya anda bisa mengunjungi situsnya di Pejuang Muda Indonesia.


---------------

Semoga yang sedikit ini dapat memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan anda selama ini mengenai bab sedekah.

Kurangnya saya mohon maaf. Terimakasih atas kunjungannya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Kamis, 15 Desember 2016

Jangan Berhenti Berbagi Ilmu dan Pengetahuan - Khusus Blogger

Ada sebuah kalimat sindiran yang mungkin pernah anda dengar,
Orang pelit kuburannya sempit
Walau beberapa dari anda tak peduli dengan kalimat tersebut, tapi kalau anda benar-benar pelit ternyata kejadian itu sungguh-sungguh akan terjadi menimpa diri anda lho, walau anda sudah naik haji sekalipun. Dan kejadian ini juga pernah dishare di buku HIDAYAH (saya lupa tahun terbitnya) dan cerita orang tua saya dimana ada mayit yang ketika dikubur harus dibengkokkan dulu kaki maupun kepalanya agar bisa masuk ke liang lahat yang padahal ukuran kuburan sudah dibentuk sesuai standar 2x1 meter. Naudzubillah deh.


membuat menulis konten blog artikel

Artikel ini sengaja dibuat setelah saya membaca postingan sebuah akun facebook milik blogger sepuh ******. Beliau menulis di berandanya yang intinya sebagai berikut:
Ada orang baru di approve pertemanan. Setelah di approve kemudian malah tanya ini itu lewat PM. Itu yang membuat seorang mastah atau orang yang sudah lama berkecimpung di dunia blogging jadi malas untuk unjuk gigi dan bahkan cenderung menjadi senyap. Bukannya pelit, tapi kita juga punya kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan untuk menjawab pertanyaan anda satu persatu.

Saya juga sempat membagikan post tersebut di akun FB pribadi saya, walau belum komentar juga sih. Tapi sudah saya hapus agar tidak menimbulkan kericuhan, haha. Sebenarnya saya sedikit menyayangkan sikap beliau jika itu benar-benar dilakukan. Karena saya yakin bahwa ilmu yang bermanfaat jika dibagikan dengan ikhlas maka di akhirat pun masih tetap menambah pahala dan mengurangi dosa-dosa kita, apapun kesibukan anda. Saya berikan sebuah hadistnya:
Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.'' (HR Muslim)

Apalagi bagi saya beliau termasuk seorang blogger yang sudah disegani oleh para blogger-blogger lama maupun blogger baru karena kepandaiannya dalam optimasi dan mendatangkan uang dari aktivitas blogging. Jadi, mubadzir jika angka pamor kebaikannya malah menjadi menurun dimata blogger lain maupun TUHAN.


Introspeksi Diri

Saya yakin beberapa dari anda mendapat ilmu SEO tersebut juga karena bantuan atau kebaikan orang lain, entah lewat situs, postingan facebook, e-book, atau jalur lainnya. Setidaknya kita wajib sadar diri, makanya jangan berhenti untuk membagikan ilmu yang telah anda dapatkan dari orang lain.

introspeksi diri menyesal penyesalan

Tapi jika ilmu itu asalnya dari diri anda sendiri entah hasil riset, eksperimen, atau keberuntungan, anda pun juga harus membagikannya. Dengan alasan bahwa, "Kita di dunia ini tidak bisa hidup sendiri, ada suatu saat kelak kita akan membutuhkan bantuan orang lain. Hal kecilnya seperti memandikan, mendoakan, dan menguburkan jasad kita karena roh sudah melepaskan diri dari si jasad alias meninggal dunia". Seandainya kita pelit banyak orang yang akan menjauhi diri kita, akhirnya tak ada satu orang pun yang bersedia mengurus proses pemakaman kita kelak.


Bagaimana menyikapi pertanyaan-pertanyaan orang yang banyak tanya?

Mungkin anda merasa sebal jika diberi pertanyaan mendasar yang mungkin juga sudah tersedia di sebuah situs lewat googling. Jujur saya pun begitu, bahkan yang bertanya banyak dan bahasannya juga itu-itu saja.

banyak tanya marah kesal

Lalu bagaimana cara saya mensiasatinya, supaya tak ada lagi pertanyaan yang sama untuk ditanyakan kembali?

Ketika ada pertanyaan yang sama digulirkan pada saya, saya akan memberikan sebuah link yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Malahan link itu asalnya dari artikel yang sudah saya buat, lumayan kan? Jika belum saya buat maka akan saya jawab nantinya setelah artikel itu saya publish.

Namun apabila mereka tidak berhenti bertanya, maka saya akan tegas untuk mengatakan, "Sebenarnya sih ada jawabannya, coba silakan googling dulu dengan keyword bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Nah kalau bingung silakan tanyakan mana yang membingungkan". Seperti itulah jawaban saya kepada mereka. Mudah kan? Asal anda jangan emosi mah apapun gampang dilakukan. Kalau sudah bawa-bawa emosi mau mikir saja susah apalagi mau jawab.


Saya akui anda punya pandangan dan cara menyikapi yang berbeda dengan saya. Yang perlu anda tahu bahwa, kalau kita pelit maka suatu hari kita juga akan diberi kesulitan yang bahkan lebih sulit dan untuk menjawabnya kita juga harus bertanya. Masa iya, maunya tanya mulu tapi kalau ditanya balik nggak mau jawab / pelit, ya nggak konsekuen dong!


Manfaat yang dapat kita peroleh apabila mau berbagi

berbagi bagi memberi

Perlu anda tahu! Menyebarkan ilmu dampaknya juga balik lagi ke diri kita sendiri, minimal balik lagi ke keturunan kita. Misal, kita sudah tiada. Nah, ada salah satu cucu kita yang juga fokus bekecimpung dalam SEO suatu hari kebingungan dan kemudian bertanya, entah di forum maupun grup. Ternyata, ada seseorang yang tau bahwa yang tanya adalah cucu anda, otomatis orang tersebut akan membantu cucu anda. Tuh, enak kan kalau mau berbagi? Nggak rugi juga kan? Malah efeknya selalu menyalur gitu ilmu yang sudah kita bagikan dan otomatis menambah pahala kita walau kita sudah tiada. Kita senang, mereka pun juga ikut bahagia 😃


Kesimpulan

Ya sudah, sekarang anda harusnya tau bagaimana caranya bersikap bukan? Nggak perlu merasa ragu-ragu lagi kalau mau nyebar benih kebaikan. Mantap jiwa deh! Kalau punya kesibukan yang lain lebih baik anda jujur saja, tak perlu buat status di media sosial. Takutnya malah anda akan dicap tidak ikhlas dalam memberikan ilmu. Jika tidak ingin ditanya-tanya diam adalah jalan yang terbaik dan jangan mengumbar-umbar sejago apapun anda dalam memiliki skill / keterampilan.


-------------

Sekian dari saya. Semoga yang sedikit ini dapat merubah pola pikir anda dari yang tidak baik menjadi baik. Dan kedepannya kita tak takut lagi untuk mati. Haha

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Senin, 31 Oktober 2016

Hati-Hati! Musuhmu Rekan Kerjamu

Saya bukannya mau menakut-nakuti, tapi hal ini bukanlah sesuatu yang tabu, bukan? Sesama blogger saja saling bersaing dalam menempatkan kontennya ke puncak SERP, apalagi rekan kerja di kantor?

bahaya ada dimana-mana

Artikel ini saya buat karena tadi siang mendengarkan kumpulan kontraktor sedang membicarakan rekan kontraktor lainnya yang tidak ada di tempat, di WarKop (Warung Kopi) favorit saya. Apabila yang dibicarakan adalah hal yang baik-baik tak masalah, lha ini kebalikannya, ngegosip lebih tepatnya. Suaranya pun cukup keras, tak enak di dengar dan rasanya hampir membuat kuping saya meleleh.

Perbincangan mereka menjerumus ke hal yang menurut saya semakin ngaco, mereka bakal membuat rekannya yang dibicarakan tadi tersingkir dari proyek yang sedang mereka jalankan di temanggung. Awalnya sih nada bicaranya agak bercanda karena mungkin di warkop tersebut ada pelanggan lainnya juga, tapi makin lama kok makin lirih dan jadi serius? Menimbulkan tanda tanya (?). Saya sebenarnya mau positif thinking, tapi kok harus lirih-lirih gitu juga ngomongnya? Mungkin mereka kira saya yang berada di samping mejanya tidak mendengar, padahal masih terdengar juga.

Karena sudah tidak kuat dan rasanya ingin muntah, akhirnya saya pergi dari warkop tersebut untuk pulang ke rumah. Padahal masih tersisa 2 mendoan yang mau saya habiskan, tapi gara-gara mereka nafsu makan saya jadi hilang.


Dalam perjalanan saya hanya bisa berdoa, semoga topik perbincangan mereka tak akan pernah terjadi dan para kontraktor-kontraktor tadi diampuni dosanya jika topik itu bukanlah bercandaan.


(Sedikit sombong, eh curhat. LOL) - Saya ini memang paling malas mendengarkan orang bergosip. Apalagi kalau sudah main fitnah dan kemudian saling mendukung, malah mirip perkumpulan iblis jadinya. Jujur, rasanya muak dan ingin teriak ke segerombolan iblis itu untuk bilang, "Please, NGACA dulu! Ngomong aja keras-keras, nggak punya sopan santun, bisa-bisanya memutuskan sepihak. Anda kira, anda TUHAN?!!". Tapi karena saya kalah jumlah, akhirnya hanya bisa membatin walau rasanya hati ini miris plus kasihan.


Dalam era modern ini saya akui bahwa saling jatuh-menjatuhkan, fitnah-memfitnah, atau bunuh-membunuh sepertinya bukan hal yang langka. Bahkan bisa jadi hal tersebut juga terjadi di sekeliling diri anda, atau malah anda sendiri yang jadi pelaku atau korbannya?


Saya tak ingin berkhotbah tentang masalah ini, karena saya sendiri kadang juga begitu, #eh nggak kok. Lol. Mudahnya begini aja. Kalau anda tau apa itu karma, anda bakalan tau bagaimana rasanya kalau diomongin orang itu enggak enak banget, apa lagi sampai dijelek-jelekkan di belakang layar, yang padahal mereka tak tau fakta yang sebenarnya. Gitu.

Hati-Hati! Musuhmu Ada Di Dekatmu (Rekan Kerjamu). Tetaplah selalu waspada tanpa pernah menciptakan kecurigaan diantara anda dan mereka. Bagaimana caranya? Anda harusnya lebih tau itu!


-----------

Sepertinya pembahasan kali ini saya cukupkan sampai sini, sudah ngantuk juga saya.

Maaf kalau dalam penyampaian dan penulisan artikel ini ada kesalahan.

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Rabu, 26 Oktober 2016

Manfaat Berperilaku Baik Bagi Diri Sendiri dan Orang Lain

Manfaat Berperilaku Baik Bagi Diri Sendiri dan Orang Lain - TUHAN mencintai makhluk-NYA yang selalu mengasihi dirinya dan orang lain. Hidup baik tanpa pernah takut karena merasa terancam. Memberi batuan dengan ikhlas dan tak pernah ragu untuk selalu menolong. Untuk saat ini, hal itu memang langka terjadi. Tapi, setahun atau sepuluh tahun lagi siapa tau hal itu tidak menjadi kelangkaan lagi. Amin. Kita doakan saja.


Topik kali ini saya akan membahas mengenai manfaat yang dapat anda rasakan ketika melakukan kebaikan. Tanpa banyak basa-basi lagi, silakan baca dan pahami.

Memberikan solusi

Apa sih manfaat dari berbuat baik?

Banyak! Saking banyaknya anda bakalan melongo jika disebutkan satu persatu karena ternyata anda baru bangun dari tidur yang lama.

Ada sebuah perumpaan yang populer tentang bab ini, yaitu:
Kebaikan itu diibaratkan sebuah batu yang dilempar di tengah kolam. Batu yang dilempar tadi akan membentuk sebuah atau banyak gelombang air. Dan pada suatu waktu maka gelombang air itu tadi akan kembali kepada titik penyebab gelombang, yaitu batu yang dilempar tadi.

Jadi intinya, kebaikan yang anda sebarkan ke seluruh makhluk tak terkecuali diri anda sendiri, maka kebaikan itu akan kembali kepada diri anda sendiri. Manfaatnya akan anda rasakan entah kapan, atau bisa saja malah dirasakan anak atau cucu anda.

Mungkin anda tidak percaya dengan hal tersebut. Tak apa. Karena kemungkinan anda tak pernah berbuat baik, bahkan pada diri anda sendiri. Anda selalu mengejar kekayaan materi sampai lupa dengan kesehatan anda. Anda rela datang jauh-jauh ke rumah pacar anda tanpa pernah mau membantu orang tua anda di rumah yang sedang berkebun. Tak apa. Karena suatu saat anda akan mengerti. Entah sebuah karma yang malah anda dapatkan. Maybe?

Salah satu manfaat yang bakal anda rasakan adalah kenyamanan. Ya, kenyamanan hidup tanpa pernah merasa kekurangan, entah kekurangan harta, kasih sayang, atau keamanan. Ingat! Hidup kita hanya sekali. Jadi, jangan sampai anda terjebak dalam dunia yang masih abu-abu ini.


Oiya, kebaikan disini bukan kebaikan seperti membantu teman mencuri di supermarket karena rasa solidaritas, bukan! Please, Bukan itu. Kebaikan yang saya maksud adalah kebaikan yang benar-benar baik. Dimana kebaikan itu tidak akan pernah menyebabkan kerugian (entah materiil, keamanan, bahkan nyawa sekalipun) dan menyebarkan keburukan-keburukan lainnya.


Coba deh kaji lagi Kitab Suci agama anda. Baca baik-baik, cermati, dan pahami. Saya yakin, tak ada satupun kitab suci yang mengajarkan keburukan. Semua kitab suci isinya adalah pelajaran, pelajaran agar kita selalu berbuat baik. Namun sayangnya, beberapa dari kita jarang atau bahkan tak pernah menyentuhnya. Padahal, semakin lama kita dalami, ternyata isinya menarik dan memiliki manfaat yang sangat luas pada diri kita maupun orang lain. Hmm... mau sampai kapan anda menunggu untuk membuka atau bahkan menyentuh-'nya' (Kitab Suci)?


Berhubung saya juga 'bukan orang suci' (bacanya kayak awkarin) atau ahli agama, saya hanya tau sebatas itu berdasarkan pengalaman dan apa yang saya rasakan. Jadi, anda mau percaya atau tidak, silakan anda coba sendiri sebelum anda mengecap saya HOAX atau penipu. Tapi ingat! Anda harus selalu ikhlas dalam melakukannya.


--------------

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat dan mengubah pola pikir anda yang sekarang buruk menjadi baik. Amin.

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Minggu, 11 September 2016

Jangan Takut Tersesat - Google Maps dan Warga Sekitar Dapat Membantu Menunjukkan Arah Pada Kita

Artikel ini sengaja saya buat karena beberapa saudara banyak yang tanya perihal saya yang ngebolang ke Majenang, Cilacap.

Mereka bertanya,

Apa tidak tersesat di sana jalan-jalan sendiri?

Kemudian saya jawab,

Oh tidak, kan ada Google Maps jadi enggak takut kalau tersesat. Toh juga ada orang-orang baik yang membantu saya ketika kebingungan.


Jangan Takut Tersesat - Google Maps dan Warga Sekitar 'Stay On' Menunjukkan Arah Pada Kita

Ya, ketika mau berpergian hendak lah anda siap untuk membawa gadget anda. Sedia charger dan powerbank sekalian jika anda takut lowbat di tengah jalan. Hal ini berguna untuk membantu anda saat bingung mencari jalan atau arah mata angin dengan bantuan aplikasi Google Maps di HP anda.

Atau misal anda ingin menuju ke sebuah lokasi dan teman anda sudah ada di sana, minta lah teman anda untuk mengirim lokasi mereka, entah lewat WA, BBM, Line, dan aplikasi chat lainnya.

Jika anda terkendala sinyal, silakan anda beranikan diri untuk bertanya pada warga sekitar.


Tips bertanya!

Ketika ingin bertanya, saya rekomendasikan kepada anda untuk tanya kepada orang yang sudah tua, tapi bukan yang nenek-nenek atau kakek-kakek. Karena pernah suatu ketika saya bertanya kepada orang yang lebih muda mengenai lokasi, saya malah di'blasukkan' (ditunjukkan jalan yang salah) entah mereka sengaja atau tidak. Ini hanya buat jaga-jaga saja.



Jadi, jika anda takut tersesat atau merasa lupa arah jalan, buka lah aplikasi Google Maps atau tanya lah orang-orang sekitar, karena jika anda asal jalan karena malu bertanya, maka siap-siap anda tersesat dan tak bisa pulang.

Oh iya. Tetap ingat pada TUHAN. Jangan lupa bawa uang secukupnya, soal berapa jumlahnya, bisa anda kira-kira sendiri, yang penting jangan sampai kurang. Serta, bawa kartu pengenal dan surat-surat berkendara lainnya.


--------

Sedikit artikel kali ini semoga bermanfaat bagi anda suatu saat nanti.

Mohon dimaafkan jika dalam penulisan ada kesalahan.

Terimakasih telah berkunjung. Akhir kata salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Rabu, 13 Juli 2016

6 Manfaat Mengucapkan Kata Minta Maaf

Mengatakan kata "Saya minta maaf" sebenarnya jauh lebih mudah daripada memperkuat rasa sok gengsi kita. Dengan mengucapkan sebuah kata-kata permintaan maaf, bahkan membuat hati kita menjadi nyaman, damai, dan tidak diliput rasa takut atau beban.

Berikut adalah enam manfaat yang dapat kita rasakan ketika memberdayakan kata maaf disaat sadar setelah melakukan kesalahan:

Minta maaf menyesal sorry


1. Membangun Kepedulian

Cari tahu dan ingat kembali kesalahan kita. Hubungan yang dibangun di atas rasa hormat, dan mengatakan "Saya minta maaf" karena kesalahan, menunjukkan bahwa anda menghormati perasaan orang lain.


2. Membantu Kita untuk Selalu Hidup Damai, Aman, dan Bahagia

Setiap manusia pernah membuat kesalahan. Menyimpan rasa bersalah dan kemarahan, sebenarnya tidak baik bagi kita dan orang lain. Mengakui kesalahan anda sendiri membantu anda untuk tumbuh dan melanjutkan hidup yang damai, aman, dan bahagia.


3. Memperkuat Sebuah Hubungan

Kadang-kadang sebuah hubungan memiliki keretakan dan kita perlu untuk melakukan perbaikan. Mengabaikan keretakan hanya membuat hubungan kita menjadi lemah. Namun, dengan mengakui kesalahan membuat kita bergerak dengan cara yang sehat sehingga dapat memperkuat hubungan kita dengan orang lain.


4. Memperlancar Mengucap Kata Maaf Ketika Berbuat Salah yang Tidak Disengaja

Kebiasaan mengatakan "Maaf" hanya seperti waktu anda di atas tikar yoga atau menyalurkan hobi kita. Itu akan lebih nyaman dan akrab, ketika kita semakin sering mengatakan maaf ketika telah melakukan kesalahan.


5. Memberikan Contoh yang Baik untuk Anak-Anak

Mengatakan "Maaf" untuk anak-anak atau di depan anak-anak, itu menunjukkan kepada mereka bagaimana cara yang tepat ketika mengakhiri kesalahan mereka kepada teman, sahabat, atau keluarga. Dan itu tidak perlu saya contohkan, kan?


6. Menjadikan Orang yang Pemaaf

Kita tau bahwa sebuah kata maaf yang terlontar dari orang yang telah melukai hati atau mencedarai fisik kita merupakan sebuah penyesalan. Dan itu kita sadari ketika kita juga memiliki kesalahan dan lalu meminta maaf, maka kita akan terlatih untuk menjadi orang yang pemaaf.



Pada hakikaktnya, memiliki kesalahan tanpa pernah mengucap maaf, hanya membuat anda dicap buruk dimata orang lain. Dan itu membuat orang lain tidak pernah menyukai dan mempercayai anda di hari berikutnya.

Jika anda tidak meminta maaf, itu tidak membuat kesalahan anda menghilang. Seperti melihat gajah di dalam ruangan, sehingga selalu terlihat atau terekam oleh ingatan orang yang telah kita lukai.

Maka itu, segeralah minta maaf saat punya salah.


Mengatakan "Maaf" adalah perilaku yang harus dipelajari, dan dibutuhkan waktu dan latihan seperti sesuatu yang lain.

Minta maaf dan mau memaafkan adalah tidakan terbaik dari semua. Karena tindakan itu menunjukkan empati dan kasih sayang bagi orang-orang di sekitar anda.


Jadi lah orang baik. Karena kita sebenarnya BISA melakukannya!


-------

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.

Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Sabtu, 09 Juli 2016

7 Manfaat Bahagia dan Dampak Positif Lainnya

Selama ini kita diajarkan atau diberitahu bahwa dengan Kerja Keras >> menjadikan kita Sukses >> dan sehingga membuat kita Bahagia. Benar?

Dan ternyata itu SALAH BESAR!

Nyatanya bahwa Bahagia adalah Syarat Utama kita untuk mengawali sebuah keSuksesan. Sehingga polanya yang benar menjadi,

BAHAGIA >> KERJA KERAS >> SUKSES

Bukan sebaliknya!


Tahukah anda?

Pengetahuan membuktikan bahwa tubuh kita dilengkapi sistem syaraf yang akan bekerja secara Maksimal saat kita merasa Bahagia.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang BAHAGIA, BERPIKIR POSITIF, dan SELALU OPTIMIS :

1. Memiliki Penghasilan yang Tinggi,
2. Menetapkan dan meraih Tujuan yang Lebih Agresif,
3. Tidak gampang Stress,
4. Tetap merasa Tenang dalam situasi Tersulit apapun,
5. Lebih berSemangat,
6. Pulih dari Sakit Lebih Cepat, dan
7. Panjang Umur.


Memiliki Hati Bahagia benar-benar Penting!

Ketika kita bersikap positif dalam hidup, tubuh kita menghasilkan zat kimia yang Dapat Mengurangi rasa Cemas dan Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus.

Perasaan dan sikap anda terhadap hidup, semua tergantung pada Pikiran anda, Tindakan, dan kemana anda akan memFokuskan waktu dan energi.


Ingat! Kita terus menerus dipengaruhi oleh Lingkungan yang Negatif.


Jika anda ingin sebuah PERUBAHAN, maka diri kita sendiri lah yang Harus dapat Merubahnya. Dan itu semua dapat dimulai dengan Bersikap Positif dan Hati Gembira.


Bayangkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika semakin banyak orang yang Positif dan Bahagia di dunia ini. Dunia akan dipenuhi dengan Kedamaian, Optimisme, dan rasa Kasih Sayang.


Rasa Bahagia itu mudah sekali Menular!

Seperti sebuah kerikil yang di lempar pada kolam, hanya membutuhkan Satu Orang untuk menciptakan sebuah Riak Kebahagiaan.

Satu Orang berperilaku Positif akan menularkan keBahagiaan kepada lebih dari 1000 orang. Itu artinya bahwa untuk menciptakan sebuah Perubahan di lingkungan, daerah, negara, dan bahkan sampai skala dunia, dapat dimulai dari Satu Orang saja!

Dan sebuah riset menyatakan bahwa ketika kita menularkan keBahagiaan, maka diri kita sendiri justru akan Merasa Sangat Bahagia.

Anda bisa memilih Bahagia dan Berbagi secara langsung maupun tidak langsung.


Apakah anda SIAP?

Semua dimulai dari diri anda sendiri, dan itu semua akan berdampak membuat anda Lebih Bahagia.


Bahagia itu KEREN ! BERANI ! BERNYALI ! dan MENANTANG !

Anda Bisa memilih BAHAGIA dan MENYEBARKANNYA!

Manfaat Bahagia dan Dampak Positifnya

Terakhir,

Mari berani dan berbagi kebahagiaan untuk menjadi Orang yang Membuat Perubahan. Sehingga membuat hidup anda dan orang lain dipenuhi dengan rasa Gembira dan Bahagia!


------

Sekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat!

Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk!

Senin, 16 Mei 2016

Masalah dan Solusi Ketika Merasa Tidak Bahagia

Anda Tidak Bahagia ? Ini dia Solusinya versi Ngeblogasyikk - Pada kenyataannya, hidup tidak selamanya bahagia. Ya. Bagaimanapun, tidak banyak dari mereka tahu bagaimana cara mencari solusi atau jalan keluar dari permasalahan supaya hidupnya lebih berwarna.

Puas saja belum cukup, apalagi berbangga diri. Hal yang paling sering orang lakukan ketika merasa frustasi adalah Bunuh Diri. Dan nasehat saya, itu bukanlah jalan terakhir dalam menyelesaikan masalah-masalah yang anda miliki. Karena pada dasarnya, TUHAN tidak pernah menyia-nyiakan makhluk yang DIA ciptakan di dunia ini. Hanya saja, manusia kalahlah yang tidak berani berubah hanya karena merasa Gengsi, Malu, dan Takut. Sedangkan orang berhasil, adalah ,mereka yang mau berubah dan mengesampingkan rasa egois, gengsi, malu, dan takut dalam dirinya.

Lalu, bagaimana cara kita bahagia?

Berikut ini adalah beberapa permasalahan dan solusi yang saya dapat dari apa yang saya rasakan, lihat, baca, dan dengar. Silakan anda baca, pahami, dan renungkan.

konsultasi dokter mengenai kesehatan masalah solusi asmara jiwa penyakit

MASALAH dan SOLUSI

Keterangan:
M = Masalah
S = Solusi


M : Hartamu banyak, tapi merasa tidak bahagia?
S : Berarti cara anda mendapatkannya menggunakan cara kotor atau jalan yang haram. Atau bisa jadi, anda kurang sedekahnya.

M : Banyak teman, juga nggak bahagia?
S : Berarti kamu punya banyak masalah dan selalu disimpan sendiri. Makanya, cerita.

M : Keluarga kaya raya, segala kebutuhan dan keinginan terpenuhi tapi masih belum juga bahagia?
S : Mungkin rasa sosial dan solidaritas dengan tetangga perlu dikembangkan. Atau anda perlu jujur kepada keluarga bahwa anda perlu mengajak mereka makan malam bersama atau berwisata. Supaya suasana keluarga anda tidak sunyi dan selalu ada wujud nyata kebahagiaan didalamnya.

M : Pintar, juara kelas, dan selalu menang olimpiade, belum bisa merasakan kebahagiaan?
S : Oh, kemungkinan memang anda yang terlalu fokus dengan dunia belajar karena takut apabila nantinya mengalami kegagalan dalam meraih pretasi atau menjadi seorang juara, sehingga anda lupa untuk bersosialisasi. Mulailah saling berbagi dan bercanda dengan teman-teman anda, supaya ketegangan dalam otak anda menjadi rileks.

M : Jago berkelahi, juga tidak bahagia?
S : Berarti niat anda salah. Jangan sok kuat, sok jago beladiri, atau sok anti banting. Jago Beladiri itu bukan untuk menyombongkan diri, tapi untuk membela diri ketika kita tau bahwa nyawa orang lain atau kita sedang terancam. Jadi, perbaiki niat anda disaat memiliki kemampuan berantem.

M : Hidup miskin, dan nggak bahagia?
S : Berarti anda itu tidak pernah bersyukur. Selalu merasa kurang, padahal kenyataannya kondisi kehidupan anda memang kekurangan. Nggak perlu gengsi. Kuncinya adalah selalu bersyukur.

M : Punya pasangan, tidak bahagia?
S : Percayalah pada pasangan anda, hindari isu-isu negatif, dan tunjukkan bahwa anda bahagia hidup bersamanya.

M : Memiliki anak, belum dapat bahagia?
S : Ikutlah bermain dengan mereka. Dengarkan keluh kesah mereka. Jangan sampai anak anda menjadi durhaka dan tidak bisa dikontrol.


Setelah saya beri solusinya, bisakah mulai sekarang anda berubah? Agar kedepannya anda merasa bahagia dan masa hidup anda nggak ada yang sia-sia.

Masih bingung? Atau takut? Gengsi? Merasa serba salah?
Itu bukti bahwa anda memang tidak ingin merasakan KEBAHAGIAAN!


Kunci bahagia ada 4 :
  1. Mau berusaha,
  2. Berbagi,
  3. Merasa cukup, dan
  4. Selalu Bersyukur kepada TUHAN Yang Maha Esa.

------

Sekian dari saya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat! Amin.
Jika suka, jangan lupa anda Share kepada keluarga, pasangan, teman, sahabat, atau kenalan anda.
Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Rabu, 27 April 2016

Prihatin atau Peduli Itu Bukan Sekedar Memberi LIKE

Entah kenapa, rasa-rasanya orang-orang zaman sekarang kebanyakan mulai pada aneh plus kolot ya?

Kemungkinan pada sekolah hanya fokus pada mata pelajaran atau kuliah yang diajarkan, jadi rasa sosialnya hanya sekedar cari muka alias gaya-gayaan saja. Atau mungkin memang benar bahwa sekarang lagi fase dimana 'zaman edan' sedang mewabah, kalau enggak gila ya mati. Namanya orang sedekah pasti enggak butuh bicara, kalau banyak bicara atau sekedar di batin saja sudah dianggap tidak ikhlas.

Tapi semakin ke sini kok rasa-rasanya makin aneh, Coba lihat gambar di bawah ini!

Prihatin atau Peduli Itu Bukan Sekedar Memberi LIKE

eNggak terbuka gara-gara internet lambat atau irit pulsa ya? Lol.

Yang punya koneksi cepat malah gagal paham sama gambarnya? Ho..ho..

Jadi maksud gambar di atas adalah begini!

' Ada seorang pengemis lagi kebingungan gara-gara orang yang lewat lalu lalang di depannya bukannya prihatin terus memberi uang atau membantu memberikan solusi, yang ada malah memberikan emoticon 'Like via Facebook' yang banyak kepada pengemis tersebut. '


Sebenarnya kalau anda-anda suka berselancar di facebook pasti tau status seperti gambar di bawah ini:

Status facebook social media yang jangan di LIKE suka

Gambar di atas ini SALAH SATU CONTOH yang saya maksud, kenapa Prihatin Itu Bukan Sekedar Memberi ' LIKE '. Memang benar bahwa isi statusnya bagus, namun di postingannya juga disuruh Amin, entah ucapan atau tulisan di kolom komentar, dan BUKAN memberi LIKE! Otak anda masih bekerja, bukan? Bisa memahami sebuah instruksi, kan? Atau jangan-jangan anda sangat suka menyalahi aturan?


Mungkin beberapa dari anda belum banyak tau mengenai informasi yang satu ini.
Pada dasarnya semakin banyak like yang ada, semakin senang pemilik status tersebut. Pemilik status tersebut akan menjualnya kepada pebisnis-pebisnis yang membutuhkan like banyak dalam hal pemasaran via social media. Bukannya saya sok tau, tapi karena saya memang tau informasi dalam permainan mencari banyak LIKE tersebut dari salah seorang member yang koar-koar disalah satu grup blogger yang saya ikuti. Mau percaya atau tidak, itulah Bisnis. HA.. HA ..Ha


Disisi lain juga, hal tersebut juga menyebabkan Kontra. Alasannya karena, kenapa orang yang sedang mengalami masa kesulitan malah diSUKAi? Harusnya ditolong secara langsung, entah memberi bantuan berupa uang, atau tenaga bila anda seorang dokter kepada bayinya jika statusnya seperti gambar di atas. Anda dapat langsung tanya kepada pembuat status darimana ia dapat foto atau gambar tersebut. Jangan sampai ternyata pembuat status hanya asal download dan kemudian upload atas dasar mencari sebuah LIKE, yang kemudian hasil LIKE tersebut dijual kepada pebisnis. Makin konyol.


Mulai sekarang, Berpikirlah Cerdas!

Tambahan : Apabila ada orang yang memasang status tentang kesulitan lainnya, dimohon jangan diberi LIKE. Karena entah anda sadar atau tidak bahwa anda telah menyatakan bahwa anda meng-Amini masa kesulitan mereka. Alangkah lebih baiknya jika anda memberikan komentar yang memotivasi atau berupa bantuan secara langsung kepadanya.


Mungkin beberapa dari anda ada yang memiliki pemikiran,

" Apakah admin blog ini menggunakan metode tersebut dalam mencari LIKE untuk fanspage facebook? "

Saya jawab,

" Tidak, dan tidak akan pernah! Karena pada dasarnya cara tersebut adalah kotor dan menipu kepolosan hati seseorang. Itu bukan hobi saya. "


Alur Penipu kan seperti ini:
Awalnya mencoba-coba menipu >> Berhasil dan Ketagihan >> Selamanya akan terus-menerus Menipu.


-----------

Sekian dari saya. Semoga artikel ini dapat membuka pemikiran anda dalam menentukan status mana yang patut diberi LIKE.

Jika anda merasa tidak sepakat dengan pendapat saya ini, SILAKAN anda beropini mengungkapkan rasa keberatan anda tersebut. Opini anda sangat saya butuhkan.

Terimakasih juga atas kunjungannya. Akhir kata, salam Ngeblog Asyikk \^o^/

Selasa, 26 Januari 2016

Efektivitas Komunikasi Publik Di Era Sekarang atau Masa Kini

Komunikasi adalah proses pertukaran pesan atau informasi dari pihak yang memberi pesan atau informasi kepada pihak yang menerimanya. Menurut Harold Laswell komunikasi adalah “Who says what in which channel to whom with what effect?” yang artinya “Siapa mengatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dengan pengaruh bagaimana?.


Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa setiap manusia tidak dapat tidak berkomunikasi. Komunikasi dapat digolongkan menjadi beberapa bentuk:
  • Yang pertama adalah komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang kepada dirinya sendiri atau kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam bentuk doa.
  • Yang kedua adalah komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh 2 sampai 3 orang yang memiliki kedekatan pribadi yang dekat sehingga kemungkinan memiliki pengertian satu sama lain.
  • Yang ketiga adalah komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok tidak jauh berbeda dengan komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok dilakukan 2 orang atau lebih yang juga memiliki kedekatan pribadi yang cukup dekat namun memiliki struktur yang tidak formal.
  • Selanjutnya ada komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang dilakukan dengan tujuan tercapainya visi oleh sebuah organisasi, komunikasi dalam bentuk ini dilakukan oleh beberapa orang yang tidak memiliki kedekatan pribadi seperti yang ada dalam komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok. Komunikasi ini juga dilakukan secara terstruktur dan sifatnya formal.
  • Yang berikutnya adalah komunikasi publik. Komunikasi publik ini dilakukan oleh seorang pembicara di depan orang banyak, komunikasi publik biasanya berbentuk sebuah gagasan, ajakan, dan lain sebagainya. Komunikasi publik yang dilakukan dengan menggunakan media massa sering disebut dengan komunikasi massa.

Publik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sebuah nomina (kata benda) yang artinya orang banyak (umum); semua orang yang datang (menonton, mengunjungi, dan sebagainya). Sedangkan menurut Niels Mulder publik adalah pihak yang menerima, dan karena pembangunan ekonomi adalah tujuan kebijakan yang paling menonjol, maka bisnis dan negara atau politik uanglah yang menjadi pemain utama dalam gelanggang politik.

Merujuk dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi publik memiliki arti sebagai komunikasi yang dilakukan oleh seorang atau lebih pembicara yang dilakukan di depan orang banyak. Komunikasi publik biasanya menyampaikan sebuah informasi, ajakan, atau gagasan. Komunikasi publik hampir sama dengan komunikasi massa, namun publik memiliki cakupan yang lebih luas dibanding komunikasi massa yang hanya menggunakan media massa sebagai sarana penyampaiannya. Dalam komunikasi publik, sarananya dapat berupa orasi pada sebuah rapat umum atau aksi demonstrasi atau media massa. Media massa merupakan sarana yang tepat untuk melakukan komunikasi publik dikarenakan mudahnya orang - orang mengakses berbagai macam media massa dengan fasilitas yang dimilikinya.

siklus komunikasi
Saat ini kita hidup dimasa teknologi sangatlah berpengaruh pada kehidupan manusia. Begitu pula dalam proses komunikasi, banyak komunikasi yang bisa dilakukan tanpa harus tatap muka, melainkan menggunakan sarana yang lain. Media massa merupakan salah satu sarana yang sering digunakan untuk melancarkan proses komunikasi publik. Koran, televisi, web, blog, dan lain sebagainya adalah contoh media yang digunakan sebagai sarana penyampaian pesan yang ditujukan untuk orang banyak. Contoh bentuk komunikasi publik adalah sebuah kampanye yang dilakukan oleh seorang calon legislatif. Seorang calon legislatif harusnya dikenal oleh masyarakatnya agar mendapatkan hati banyak orang untuk memilih namanya sebagai salah satu anggota badan legislatif sehingga selain melaksanakan orasi di berbagai kota agar masyarakat mengenal dirinya, dia juga menggunakan televisi sebagai sarana kampanye. Menurut saya pribadi, hal itu sangatlah efektif karena dewasa ini komunikasi publik sangatlah mudah untuk dilakukan dengan menggunakan sarana media massa dan teknologi yang mumpuni seperti sekarang ini.

Contoh berikutnya yang sangat simple adalah iklan – iklan produk makanan atau apapun yang kini marak sekali kita jumpai di banyak media massa. Daripada mereka harus memberikan promosi dengan cara berkeliling memberikan sample uji coba produk mereka alangkah lebih baik kalau kita menggunakan media massa sebagai sarana untuk mempromosikan produk tersebut, hanya dengan kata – kata atau gambar atau sebuah dialog yang kita rasa cukup untuk membangkitkan keinginan dari si pembaca, kita sudah dapat menarik banyak konsumen untuk membeli produk tersebut.

Belum lama ini kita pasti telah mendengar berita tentang sebuah obyek wisata Taman Bunga Amarylis di Dusun Ngasemayu, Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dirusak oleh sebagian orang yang berkunjung disana. Taman bunga tersebut menjadi perhatian banyak traveler setelah seseorang mengunggah keindahan taman bunga itu ke media sosial. Tidak lama setelah itu sekitar 1500 pengunjung datang untuk melihat langsung keindahan taman bunga tersebut, namun bukan hanya melihat melainkan para pengunjung mengabadikan momen tersebut dengan cara berfoto ditengah taman bunga itu yang berakibat rusaknya sebagian bunga karena diinjak – injak oleh pengunjung taman bunga tersebut. Bagaimana para pengunjung dapat mengetahui ada obyek wisata baru di Gunung Kidul adalah salah satu bentuk komunikasi publik. Kita dapat mengetahui berita tersebut juga dikarenakan banyaknya pihak yang menjadikan kasus tersebut sebagai sebuah berita yang diunggah ke media sosial kemudian kita dapat mengaksesnya, itu juga merupakan suatu bentuk komunikasi publik menggunakan sarana media sosial.

Pada zaman dimana teknologi belum begitu lengkap seperti sekarang, komunikasi publik cenderung lebih susah untuk dilaksanakan. Hal itu dibuktikan dengan kampanye politik yang dilakukan tidak secara maksimal seperti sekarang dikarenakan banyaknya warga yang tidak mengetahui adanya kampanye di daerahnya. Sedangkan saat ini kampanye dapat dilakukan dengan mudah dan mengundang banyak massa karena penyebaran berita atau informasi yang sangat cepat dan mudah di akses untuk masyarakat. Jadi masyarakat lebih mudah untuk mengetahui jadwal kampanye atau orasi yang dilakukan di daerahnya.


Kesimpulannya:
Dengan adanya teknologi yang sangat memudahkan seperti sekarang ini saya rasa komunikasi publik dapat dilaksanakan dengan sangat mudah dan cepat. Seperti yang kita ketahui saat ini media massa seperti internet dengan segala piranti sosialnya dapat kita manfaatkan sebagai sarana komunikasi publik, begitu banyak manfaat yang dapat kita terima seperti lebih banyaknya orang yang akan mengerti apa yang kita informasikan, serta cepatnya orang lain menerima informasi yang kita unggah. Namun dari berbagai macam manfaat yang kita terima, kita harus tetap menggunakan dan memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab agar komunikasi yang kita lakukan lebih efektif.